family Araceae & Pterydophyta
Family
Araceae dan Divisio Pterydophyta
Oleh
Choirul
Ikhsan
A.
Araceae (Talas-talasan)
Source : www.riomoros.com
Jika
kita bicara mengenai Araceae di dalam
lingkungan non-academika ataupun academika sekalipun, masih belum banyak yang
tahu mengenai istilah yang satu ini. Namun, jika kita bicara menggunakan istilah
talas tentunya dari kampung hingga kekotapun akan mengerti akan hal yang
dimaksud. Mengapa demikian ? karena
dibeberapa daerah di Indonesia menjadikan talas sebagai salah satu olahan
makanan seperti keripik, gorengan, dan sebagainya. Dengan demikian, talas tidak
asing lagi dibeberapa di mata masyarakat Indonesia, namun kita perlu juga memperkenalkan
istilah araceae ke masyarakat.
Tumbuhan yang memiliki habitus herba
atau perdu tidak berambut ini memiliki
beberapa karakteristik yang unik dibandingkan dengan tumbuhan lain, diantaranya
hidup menahun, kerapkali ditemukan memiliki umbi atau rimpang. Daun
tumbuhan ini berbentuk hati atau tanduk. Bunga terkumpul menjadi tongkol tidak
bercabang, yang pangkalnya mempunyai daun pelindung ( spathe, seludang). Bungan berjejal rapat pada sumbu tongkol,
berkelamin dua atau berkelamin satu dan berumah satu (monoceus). Letak bunga jantan berada diatas Bungan betina,
kadang-kadang juga terpisah oleh suatu ruang yang kosong atau jalur bunga
mandul. Tumbuhan ini kadang kala memiliki tenda kadang tidak memiliki tenda.
Bakal buah menumpang, beruang satu sampai banyak, ruang ini memiliki satu biji
ataupun banyak. Alat kelamin dari tumbuhan ini yaitu benang sari dan putik
memiliki tangkai yang berbeda. Buah buni, kadang pecah tidak beraturan. Araceae memiliki biji satu sampai
banyak.
Beberapa
contoh tumbuhan dari suku ini adalah pistia,
amorphophallus, colocasia, lasia, dan
anthiburium. Pistia adalah salah satu jenis dari family araceae yang
biasanya berada di air, atau sebagai tumbuhnan aquatic. Spesies yang paling
sering kita temui adalah kiambang atau eceng gondok (Pistia sp). Spesies ini dikenal sebagai salah satu gulma pada
perairan.
Mengapa
saya memilih family Araceae ? karena
saya suka akan keunikan dari tumbuhan ini, seperti adanya septha dan bentuk
daun yang unik. Selain itu say juga ingin tahu lebih detail lagi mengenai
kehipan tumbuhan ini. Intinya, segala sesuatu yan gberhubungan dengan talas
unik dan patut untuk di amati dan
diteliti lebih lanjut.
B. Pterydophyta ( Paku-pakuan)
Source
: google image
Mengapa
paku-pakuan ? pertama kali saya memikirkan mengapa saya memilih tumbuhan ini,
saya juga bingung, karena begitu terlintas paku dikepala saya, saya langsung
memutuskan bahwa pilihan saya adalah paku-pakuan. Tapi , setelah berpikir lagi
saya menemukan alasan mengapa saya memilih tumbuhan ini. Pterydophyta merupakan
tumbuhan yang sudah sering dibahas secara khusus mulai dari smp hingga ke
pelajaran biologi SMA. Tidak hanya itu, dalam
soal -soal Ujian Nasional pun, sering menjadikan siklus hidup dari
paku-pakuan ini sebagai salah satu soal wajibnya. Namun, hal yang menarik dari
paku ini selain dari siklus metagenesisnya, atau ia tumbuhan kormophita
berspora ataupun bijinya yang heterozigot, homozigot bahkan peralihan. Tapi
mengapa ia bisa hidup secara efifit atau mengapa ia bisa menjadi tumbuhan yang
unik itu lah yang membuat saya tertarik untuk membahasanya dan mempelajarinya.
Istilah
pterydophita berasal dari kata pteron yang daam Bahasa Yunani berarti berbulu. Secara
general, pterydophyta merupakan tumbuhan yang hidup secara efiphit, teresterial
maupuan aquatic . Efifit berarti ia menempel pada organisme lain tanpa
mengganggu keberlansungan hidup dari organisme yang ditumpanginya. Karakteriristik
dari paku ini adalah memiliki daun muda yang mengggulung atau sorus dan
memiliki spora pada bagian daunnya. Selain itu paku-pakuan memiliki bentuk
susunan daun yang membentuk seperti sayap (menyirip) dan pada pucuknya memiliki
bulu-bulu.
Berbeda
dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku sudah memiliki akar, batang, dan daun
sejati. Oleh karena itu, tumbuhan paku termasuk kormophyta berspora.
Selanjutnya Baik pada akar, batang, dan
daun, secara anatomi sudah memiliki berkas pembuluh angkut, yaitu xilem yang
berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses
fotosintesis, dan floem yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke
seluruh bagian tubuh tumbuhan. Untuk habitat tumbuhan ini sendiri. Ciri umum
yang unik dari tumbuhan ini salah satunya adalah pada waktu masih muda,
biasanya daun tumbuhan paku menggulung dan bersisik. Reproduksi Tumbuhan paku
dalam hidupnya, ia dapat bereproduksi
secara aseksual dengan pembentukan gemmae dan reproduksi seksual dengan
peleburan gamet jantan dan gamet betina. Dan yang terakhir Dalam siklus hidup (metagenesis) terdapat
fase sporofit, yaitu tumbuhan paku sendiri. Dan Fase sporofit pada metagenesis
tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya.
Nah,
dengan demikian lah keunikan dari tumbuhan paku. Hal-hal seperti yang telah
dipaparkan diatas merupakan gambaran umum dari paku-pakuan. harapan saya, tulisan
diatas t dapat mewakili dari minat saya untuk mengamati paku-pakuan pada
saat pelantikan nanti.
Referensi :
Steenis, C.G.G.J
Van.1997. Flora flora flora flora. Jakarta:
PT Pradnya Paramita
*artikel seleksi OMPTCanopyUI2016
*artikel seleksi OMPTCanopyUI2016

Komentar
Posting Komentar